Pengertian
Pengertian motif dan motivasi sukar dibedakan secara tegas, motiv menunjukkan suatu dorongan yang timbul dalam diri seseorang yang menyebabkan orang tersebut mau bertindak melakukan sesuatu, sedangkan motivasi adalah pendorong suatu usaha yang disadari untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang agar ia bergerak hatinya untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil dan tujuan tertentu. Seperti yang dikemukakan oleh Roman Nata Widjaja dan H. A. Moin Moesa dan buku Psikologi Pendidikan yang mengatakan bahwa : “Motiv adalah suatu kondisi atau keadaan pada diri seseorang atau suatu organisme yang menimbulkan kesiapannya untuk memulai atau melanjutkan suatu atau seperangkat tindakan atau prilaku. Motivasi adalah suatu proses untuk meningkatkan motiv atau motiv-motiv menjadi tindakan atau prilaku untuk memuaskan atau memenuhi kebutuhan atau untuk mencapai tujuan”. Pada bagian lain Emil H Tambunan menyatakan “Motivasi berati dari kata latin Movere yang artinya mengerakkan“.
Menurut pendapat Duncan yang dikutip oleh M. Ngalim Purwanto mengemukakan bahwa dalam konsep manajemen motivasi berarti setiap usaha yang di sadari untuk mempengaruhi prilaku seseorang agar meningkatkan kemampuan secara maksimal untuk mencapai tujuan organisasi.
Selanjutnya M. Ngalim Purwanto mengutip pendapat Vrom yang menyatakan : “ Motivasi mengacu kepada suatu proses mempengaruhi pilihan-pilihan individu terhadap bermacam-macam bentuk kegiatan yang dikehendaki”
Dari kenyataan devinisi yang kemukakan diatas motivasi mengandung tiga komponen pokok yaitu menggerakkan, mengarahkan, dan menopang tingkah laku manusia.
1.
Menggerakkan berarti menimbulkan kekuatan pada individu memimpin seseorang untuk bertindak dengan cara tertentu.
2.
Motivasi juga mengarahkan serta menyalurkan tingkah laku. Dengan demikian ia menyediakan suatu orientasi tujuan tingka laku individu diatahkan terhadap sesuatu.
3.
Untuk menjaga dan menopang tingkah laku lingkungan sekitar harus menguatkan interaksi dan arah dorongan-dorongan dan kekuatan-kekuatan individu.
Sejalan dengan apa yang diuraikan di atas Hoy Wayne K. dan Miskel yang dikutip oleh M Ngalim Purwanto mengemukakan bahwa : “Motivasi dapat di devinisikan sebagai kekuatan yang kompleks, dorongan-dorongan, kebutuhan-kebutuhan, pernyataan-pernyataan, ketegangan atau mekanisme-mekanisme lain yang memulai dan menjaga kegiatan-kegiatan yang diinginkan kearah pencapaian tujuan-tujuan personal”. Sampai di sini jelaskan perbedaan antara motiv dan motivasi serta pengertian motivasi itu sendiri yaitu suatu usaha yang di sadari untuk mengerakkan, mengarahkan dan menjaga tingkah laku seseorang agar ia terdorong untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil dan tujuan tertentu. Pengetahuan tentang proses motivasi memberi dasar pengerrtian mengapa manusia berlaku sebagaimana adanya.
Teori Motivasi
Pada bagian ini penulis akan membahas tentang beberapa teori motivasi antara lain adalah :
1.
Teori Hedonisme
Hedone adalah bahasa Yunani yang berarti kesukaan, kesenangan, kenikmatan. Seperti dikatakan oleh M Ngalim Purwanto bahwa : “Hedonisme adalah aliran di dalam filsafat yang memandang bahwa tujuan hidup yang utama pada manusia adalah mencari kesenangan (hedone)
yang bersifat duniawi”. Menurut pandangan teori ini manusia pada hakekatnya adalah mahluk yang mementingkan kehidupan yang penuh kesenangan dan kenikmatan. Orang yang menganut teori ini setiap menghadapi persoalan yang perlu pemecahan, orang tersebut cenderung memilih alternatif pemecahan yang dapat mendatangkan kesenangan dari pada yang mengakibatkan kesukaran, kesulitan, kesengsaraan, penderitaan dan segala sesuatu yang mengakibatkan tidak enak.
Pengaruh dari teori ini adalah adanya anggapan bahwa semua orang akan cenderung menghindar dari hal-hal yang sulit dan yang menyusahkan diri sendiri dan yang mengandung hal-hal yang beresiko berat, dan lebih suka melakukan sesuatu yang mendatangkan kenangan baginya. Sebagai contoh, siswa di suatu kelas akan bertepuk tangan bila mereka mendengar guru yang akan mengajar matematika tidak akan masuk dikarenakan sakit, seorang karyawan segan bekerja dengan baik dan malas bekerja, akan tetapi menuntut gaji dan upah yang tinggi. Dan masih banyak lagi contobh yang lain yang menunjukkan bahwa motivasi iti sngat diperlukan menurut teori Hedonisme, para siswa dan karyawan tersebut pada contoh di atas harus diberi motivasi secara tepat agar tidak malas dan mau bekerja dengan baik, dengan menenuhi kesenangannya.
2.
Teori Naluri
Manusia sebagai individu hidup dalam suatu dunia yang bukan dirinya sendiri, tetapi mutlak di perlukan untuk hidupnya, untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, melangsungkan dan mengembangkan, manusia membutuhkan makanan, udara, ilmu, pengetahuan, juga persahabatan, persekutuan dan lain sebagainya yang berhubungan dengan hidup dan kehidupan. Daya-daya yang mendorong manusia dari dalam untuk melaksanakan perbuatan itu disebut naluri atau dorongan nafsu.
Menurut M. Ngalim Purwanto menyatakan bahwa : “Naluri (dorongan nafsu) adalah kekuatan pendorong maju yang memaksakan dan mengejar kepuasan dengan jalan mencari, mencapai sesuatu yang berupa benda-benda ataupun nilai-nilai tertentu”.
Naluri merupakan kekuatan di dalam diri manusia yang mendorong kita untuk maju dan memiliki benda-benda dan nilai-nilai itu. Naluri adalah bentuk penjelmaan hidup tertentu, manusia sebagai mahluk yang sadar akan diri sendiri, akan tetapi menyadari bahwa ia didorong, ia merasa bahwa ada sesuatu di dalam dirinya yang mendorongnya berbuat dan bertindak. Dalam garis besarnya naluri (dorongan nafsu) dapat dibagi menjadi tiga golongan :
a.
Naluri (dorongan nafsu) mempertahankan diri : Mencari makan jika ia lapar, menghindarkan diri dari bahaya, menjaga diri agar tetap sehat, mencari perlindungan diri untuk hidup aman.
b.
Naluri (dorongan nafsu) mengembangkan diri : Dorongan ingin tahu, melatih dan mempelajari sesuatu yang belum diketahuinya. Pada manusia dorongan inilah yang menjadikan kebudayaan manusia makin maju dan makin tinggi.
c.
Naluri (dorongan nafsu) mempertahankan dan mengembangkan jenis : manusia secara sadar maupun tidak sadar, selalu menjaga agar jenisnya dan keturunannya tetap berkembang dan hidup. Naluri ini terjelma dalam penjodohan dan perkawinan. Serta dorongan untuk memelihara dan mendidik anak-anak.
sumber : Mbah Google